Cause Effect : Pengertian, Perbedaan, Penggunaan, dan Contohnya - Englishnesia
Cause Effect : Pengertian, Perbedaan, Penggunaan, dan Contohnya

Cause Effect : Pengertian, Perbedaan, Penggunaan, dan Contohnya

Suci Oktaviana
Suci Oktaviana
27 Mei 2024

Cari tahu pengertian Cause-effect (Sebab Akibat) lengkap dengan perbedaan, cara penggunaan, juga contohnya. Mulai belajar sekarang!

Cause Effect atau sebab akibat adalah dua hal yang saling berhubungan saling berkaitan. Bagaimana membedakan Cause dan Effect? Yuk cari tahu dibawah!

Hai, Englishnesian!

Ayo kita kupas tentang Cause Effect! Dalam topik ini, kita akan membahas dengan lebih mendalam bagaimana suatu peristiwa dapat mempengaruhi peristiwa lainnya. Konsep Cause Effect menjadi penting untuk memahami hubungan sebab dan akibat dalam berbagai konteks.

Jadi, kita bakal jelajahi makna Cause Effect, gimana cara kita pakai konsep ini dalam berbagai situasi, dan contoh-contohnya yang ngena banget.

Siap-siap ya, yuk cari tau pembahasan lengkapnya!

APA ITU CAUSE EFFECT?

Cause Effect, atau sebab-akibat, adalah konsep yang menjelaskan hubungan antara suatu peristiwa (sebab) dan dampak atau konsekuensi yang dihasilkannya (akibat). Dalam konteks ini, sebab adalah faktor atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya suatu kejadian, sedangkan akibat adalah hasil atau konsekuensi dari peristiwa tersebut. Konsep ini membantu kita untuk memahami bagaimana satu peristiwa dapat memengaruhi atau memicu peristiwa lainnya.

Misalnya, jika kita makan makanan yang tidak bersih (sebab), kita mungkin akan mengalami sakit perut atau keracunan makanan (akibat). Dalam situasi ini, makanan yang tidak bersih menjadi penyebab timbulnya sakit perut atau keracunan makanan.

CARA MEMBEDAKAN CAUSE DAN EFEFCT

Membedakan antara Cause dan Effect penting untuk memahami hubungan sebab-akibat dengan jelas. Berikut adalah cara sederhana untuk membedakannya:

1. Cause (Sebab)

  • Sebab adalah faktor atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya suatu kejadian.
  • Biasanya merupakan peristiwa yang terjadi lebih dulu atau memicu terjadinya peristiwa lainnya.
  • Sebab adalah apa yang "menyebabkan" suatu hal terjadi.

Contoh: Eating contaminated food. (Memakan makanan yang terkontaminasi.)

2. Effect (Akibat)

  • Akibat adalah hasil atau konsekuensi dari suatu peristiwa.
  • Biasanya terjadi setelah terjadinya peristiwa penyebab.
  • Efek adalah apa yang "terjadi" sebagai hasil dari suatu sebab.

Contoh: Food poisoning. (Keracunan makanan.)

KENAPA CAUSE-EFFECT BERKAITAN?

Cause dan Effect berkaitan erat karena mereka saling mempengaruhi dalam suatu hubungan sebab-akibat. Cause (sebab) adalah apa yang memicu terjadinya suatu peristiwa, sedangkan Effect (akibat) adalah hasil atau konsekuensi dari peristiwa tersebut.

Tanpa Cause, Effect tidak akan terjadi, dan sebaliknya, tanpa Effect, Cause tidak akan memiliki konsekuensi yang terlihat. Keduanya saling tergantung satu sama lain dalam membentuk suatu hubungan yang lengkap. Dengan memahami hubungan ini, kita bisa menganalisis dan memprediksi konsekuensi dari suatu tindakan, serta memahami apa yang menyebabkan suatu peristiwa terjadi.

APA SAJA JENIS CAUSE EFFECT?

1. Single Cause, Single Effect (Sebab Tunggal dan Akibat Tunggal)

Dalam hubungan ini, satu peristiwa menjadi penyebab tunggal dari satu hasil tunggal.

Misalnya: Heavy rain caused flooding in the city. (Hujan deras menyebabkan banjir di kota.)

2. Single Cause, Multiple Effects (Sebab Tunggal dan Akibat Jamak)

Dalam hubungan ini, satu peristiwa menjadi penyebab tunggal dari beberapa hasil yang berbeda.

Misalnya : The earthquake resulted in buildings collapsing, roads cracking, and power outages. (Gempa bumi mengakibatkan runtuhnya bangunan, retaknya jalan, dan pemadaman listrik.)

3. Multiple Causes, Single Effect (Sebab Jamak dan Akibat Tunggal)

Dalam hubungan ini, beberapa peristiwa yang berbeda menjadi penyebab dari satu hasil tunggal.

Misalnya : Poor diet, lack of exercise, and smoking contribute to heart disease. (Pola makan buruk, kurang berolahraga, dan merokok berkontribusi pada penyakit jantung.)

4. Multiple Causes, Multiple Effects (Sebab Jamak dan Akibat Jamak)

Dalam hubungan ini, beberapa peristiwa yang berbeda menyebabkan beberapa hasil yang berbeda pula.

Misalnya : Environmental pollution, unhealthy lifestyle, and genetic factors can lead to various chronic diseases such as diabetes, cancer, and heart disease. (Pencemaran lingkungan, gaya hidup tidak sehat, dan faktor genetik dapat menyebabkan berbagai penyakit kronis seperti diabetes, kanker, dan penyakit jantung.)

RUMUS CAUSE-EFFECT

1. Verb + Noun Phrase

Dalam rumus ini, verb (kata kerja) digunakan untuk menghubungkan sebab dan akibat dengan noun phrase (frasa kata benda) yang menggambarkan peristiwa atau fenomena. Verb menunjukkan tindakan yang dilakukan oleh sebab terhadap akibat, sementara noun phrase mengidentifikasi hasil dari tindakan tersebut.

Contoh: "Pollution causes environmental damage." (Pencemaran menyebabkan kerusakan lingkungan.)

Verb: "Causes" mengindikasikan aksi dari sebab terhadap akibat. Noun Phrase: "Environmental damage" menggambarkan hasil dari aksi pencemaran.

2. Verb + Direct Object

Pada jenis hubungan ini, verb (kata kerja) dipasangkan dengan objek langsung (direct object) untuk menggambarkan tindakan yang dilakukan oleh sebab terhadap akibat. Verb menunjukkan aksi yang dilakukan oleh sebab, sementara direct object adalah objek yang langsung menerima aksi tersebut.

Contoh: "Smoking harms health." (Merokok merusak kesehatan.)

Verb: "Harms" menunjukkan aksi merokok terhadap kesehatan. Direct Object: "Health" adalah objek langsung dari aksi merokok.

3. Verb + Noun + Prepositional Phrase

Dalam rumus ini, verb (kata kerja) digunakan bersama dengan noun (kata benda) dan prepositional phrase (frasa kata depan) untuk menggambarkan hubungan sebab-akibat. Verb menunjukkan tindakan yang dilakukan oleh sebab, noun mengidentifikasi akibat dari tindakan tersebut, dan prepositional phrase memberikan konteks tambahan atau informasi mengenai situasi tertentu.

Contoh: "Poor diet leads to obesity in many cases." (Pola makan buruk menyebabkan obesitas dalam banyak kasus.)

Verb: "Leads to" menunjukkan arah dari peristiwa pola makan buruk ke obesitas. Noun: "Obesity" adalah hasil dari pola makan buruk. Prepositional Phrase: "In many cases" memberikan konteks tambahan tentang kejadian obesitas.

4. Verb + Adjective

Pada jenis hubungan ini, verb (kata kerja) dipasangkan dengan adjective (kata sifat) untuk menggambarkan hubungan sebab-akibat. Verb menunjukkan tindakan yang dilakukan oleh sebab, sementara adjective menggambarkan sifat atau kondisi dari akibat yang dihasilkan.

Contoh: "Lack of exercise results in poor fitness levels." (Kurang berolahraga mengakibatkan tingkat kebugaran yang rendah.)

Verb: "Results in" menunjukkan akibat dari kurang berolahraga. Adjective: "Poor" menjelaskan tingkat kebugaran yang rendah.

SIGNAL WORDS (KATA PENANDA)

Signal words digunakan untuk mengidentifikasi hubungan sebab-akibat dalam teks atau kalimat. Ini adalah kata-kata atau frasa yang memberi petunjuk kepada pembaca tentang hubungan sebab-akibat yang sedang dijelaskan. Berikut adalah beberapa contoh signal words yang sering digunakan dalam cause-effect:

1. Signal Words untuk Sebab (Cause)

Kata yang menandai Sebab (Cause) antara lain :

  • Because
  • Snce
  • Aas a result of
  • Due to
  • Owing to
  • Leads to
  • Results in
  • Causes

Contohnya : "The road was closed because of heavy snowfall." (Jalan ditutup karena salju yang tebal.)

2. Signal Words untuk Akibat (Effect)

Kata yang menandai Akibat (Effect) antara lain :

  • Therefore
  • Thus
  • So
  • Consequently
  • As a result
  • Accordingly

Contohnya: "The store was empty, therefore they closed early." Toko kosong, karena itu mereka tutup lebih awal.)

30 CONTOH KALIMAT CAUSE-EFFECT

1. Heavy rain causes flooding in low-lying areas.

(Hujan deras menyebabkan banjir di daerah rendah.)

Cause: Heavy rain Effect: Flooding in low-lying areas

2. Lack of sleep results in poor concentration during the day.

(Kekurangan tidur mengakibatkan konsentrasi yang buruk saat siang hari.)

Cause: Lack of sleep Effect: Poor concentration during the day

3. Excessive consumption of sugary drinks leads to tooth decay.

(Konsumsi minuman manis secara berlebihan menyebabkan kerusakan gigi.)

Cause: Excessive consumption of sugary drinks Effect: Tooth decay

4. Smoking causes lung cancer.

(Merokok menyebabkan kanker paru-paru.)

Cause: Smoking Effect: Lung cancer

5. Environmental pollution contributes to global warming.

(Pencemaran lingkungan berkontribusi pada pemanasan global.)

Cause: Environmental pollution Effect: Global warming

6. Poor time management often leads to missed deadlines.

(Manajemen waktu yang buruk seringkali mengakibatkan tenggat waktu terlewat.)

Cause: Poor time management Effect: Missed deadlines

7. A sedentary lifestyle results in weight gain.

(Gaya hidup yang tidak aktif mengakibatkan penambahan berat badan.)

Cause: A sedentary lifestyle Effect: Weight gain

8. Deforestation leads to the loss of habitat for wildlife.

(Penebangan hutan mengakibatkan hilangnya habitat bagi satwa liar.)

Cause: Deforestation Effect: Loss of habitat for wildlife

9. Unhealthy eating habits can lead to high cholesterol levels.

(Kebiasaan makan yang tidak sehat dapat menyebabkan tingginya kadar kolesterol.)

Cause: Unhealthy eating habits Effect: High cholesterol levels

10. Poor air quality causes respiratory problems.

(Kualitas udara yang buruk menyebabkan masalah pernapasan.)

Cause: Poor air quality Effect: Respiratory problems

11. Excessive use of electronic devices leads to eye strain.

(Penggunaan perangkat elektronik secara berlebihan mengakibatkan mata lelah.)

Cause: Excessive use of electronic devices Effect: Eye strain

12. High levels of stress can result in insomnia.

(Tingkat stres yang tinggi dapat mengakibatkan insomnia.)

Cause: High levels of stress Effect: Insomnia

13. Overconsumption of fast food contributes to obesity.

(Konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan berkontribusi pada obesitas.)

Cause: Overconsumption of fast food Effect: Obesity

14. Lack of exercise increases the risk of heart disease.

(Kurangnya olahraga meningkatkan risiko penyakit jantung.)

Cause: Lack of exercise Effect: Risk of heart disease

15. Exposure to sunlight causes skin damage.

(Paparan sinar matahari menyebabkan kerusakan kulit.)

Cause: Exposure to sunlight Effect: Skin damage

16. Inadequate funding results in poor educational facilities.

(Dana yang tidak mencukupi mengakibatkan fasilitas pendidikan yang buruk.)

Cause: Inadequate funding Effect: Poor educational facilities

17. Excessive use of social media can lead to feelings of isolation.

(Penggunaan media sosial secara berlebihan dapat menyebabkan perasaan terisolasi.)

Cause: Excessive use of social media Effect: Feelings of isolation

18. Poor sanitation leads to the spread of diseases.

(Sanitasi yang buruk mengakibatkan penyebaran penyakit.)

Cause: Poor sanitation Effect: Spread of diseases

19. Irregular sleep patterns can affect mood and productivity.

(Pola tidur yang tidak teratur dapat memengaruhi mood dan produktivitas.)

Cause: Irregular sleep patterns Effect: Mood and productivity

20. Excessive consumption of sugary snacks causes tooth decay.

(Konsumsi camilan manis secara berlebihan menyebabkan kerusakan gigi.)

Cause: Excessive consumption of sugary snacks Effect: Tooth decay

21. Poor time management leads to increased stress levels.

(Manajemen waktu yang buruk mengakibatkan peningkatan tingkat stres.)

Cause: Poor time management Effect: Increased stress levels

22. Regular exercise contributes to improved physical fitness.

(Olahraga secara teratur berkontribusi pada peningkatan kebugaran fisik.)

Cause: Regular exercise Effect: Improved physical fitness

23. Excessive exposure to loud noise results in hearing loss.

(Paparan suara keras secara berlebihan mengakibatkan kerusakan pendengaran.)

Cause: Excessive exposure to loud noise Effect: Hearing loss

24. Unhealthy eating habits can lead to digestive problems.

(Kebiasaan makan yang tidak sehat dapat menyebabkan masalah pencernaan.)

Cause: Unhealthy eating habits Effect: Digestive problems

25. Insufficient rainfall causes drought in arid regions.

(Curah hujan yang tidak mencukupi menyebabkan kekeringan di daerah kering.)

Cause: Insufficient rainfall Effect: Drought in arid regions

26. Excessive use of antibiotics can lead to antibiotic resistance.

(Penggunaan antibiotik secara berlebihan dapat menyebabkan resistensi antibiotik.)

Cause: Excessive use of antibiotics Effect: Antibiotic resistance

27. Poor infrastructure results in traffic congestion.

(Infrastruktur yang buruk mengakibatkan kemacetan lalu lintas.)

Cause: Poor infrastructure Effect: Traffic congestion

28. Regular maintenance prolongs the lifespan of machinery.

(Pemeliharaan secara teratur memperpanjang umur pakai mesin.) Cause: Regular maintenance Effect: Prolonged lifespan of machinery

29. Excessive screen time can lead to eye strain and headaches.

(Penggunaan layar yang berlebihan dapat menyebabkan mata lelah dan sakit kepala.)

Cause: Excessive screen time Effect: Eye strain and headaches

Jadi, kita telah membahas tentang bagaimana suatu hal bisa mempengaruhi hal lainnya. Sekarang, kita lebih paham betapa pentingnya menghubungkan satu peristiwa dengan yang lain. Jangan lupa terus berlatih menggunakan Cause-Effect agar makin mengerti ya!

Ciao, englishnesian!